Desa Tak Lagi Jadi Penonton, MBG Bisa Jadi Mesin Ekonomi Baru

25 April 2026
Administrator
Dibaca 32 Kali
Desa Tak Lagi Jadi Penonton, MBG Bisa Jadi Mesin Ekonomi Baru

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai bukan hanya soal pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi desa. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menegaskan bahwa desa memiliki peluang besar menjadi pemasok utama kebutuhan pangan nasional melalui program tersebut.

Menurut Yandri, desa-desa di Indonesia sebenarnya menyimpan kekuatan ekonomi yang selama ini belum dimaksimalkan. Potensi seperti budidaya lele, ikan nila, jagung, ayam petelur, hingga sayuran dinilai sangat dibutuhkan untuk menopang kebutuhan dapur MBG di berbagai daerah.

Ia mendorong pemerintah desa agar mulai fokus mengembangkan potensi unggulan masing-masing. Konsep “desa tematik” disebut menjadi strategi penting agar desa tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga memiliki pasar yang jelas dan berkelanjutan melalui ekosistem MBG.

Tidak berhenti di pasar domestik, Yandri juga menilai produk-produk desa memiliki peluang menembus pasar ekspor. Pemerintah, kata dia, telah mulai mendorong program desa ekspor agar hasil pertanian dan peternakan warga dapat langsung menjangkau pasar internasional tanpa rantai distribusi yang terlalu panjang.

Selama ini, petani kerap berada di posisi lemah karena keuntungan lebih banyak dinikmati para tengkulak. Dengan sistem distribusi yang lebih pendek dan dukungan pemerintah, desa diharapkan mampu memperoleh nilai tambah lebih besar dari hasil produksinya.

Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, program MBG juga disebut mampu menciptakan efek ekonomi berantai di daerah. Permintaan bahan pangan yang stabil membuka peluang kerja baru di sektor pertanian, peternakan, distribusi, hingga pengolahan makanan.

Yandri juga mengingatkan bahwa bantuan pemerintah untuk desa harus dikelola secara serius dan berkelanjutan. Menurutnya, banyak program gagal berkembang karena tidak dijalankan dengan komitmen jangka panjang.

Pemerintah berharap keterlibatan aktif desa dalam program MBG tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu bersaing hingga tingkat global.