Pulai Payung Buktikan Desa Bisa Jadi Pusat Gerakan Ekonomi Nasional

02 Februari 2026
Administrator
Dibaca 31 Kali
Pulai Payung Buktikan Desa Bisa Jadi Pusat Gerakan Ekonomi Nasional

Di tengah anggapan bahwa desa hanya menjadi objek pembangunan, Desa Pulai Payung, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko justru menunjukkan hal sebaliknya. Desa ini resmi ditetapkan sebagai desa percontohan nasional dalam program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, sebuah program besar pemerintah untuk membangun kekuatan ekonomi rakyat dari tingkat desa. (wartabengkulu.co)

Penetapan Pulai Payung sebagai mock up nasional bukan sekadar simbolis. Pemerintah pusat menjadikan desa tersebut sebagai model bagaimana koperasi desa dapat berkembang bukan hanya sebagai tempat simpan pinjam, tetapi menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat berbasis gotong royong dan usaha riil. (wartabengkulu.co)

Peluncuran Kopdes Merah Putih di Pulai Payung bahkan mendapat perhatian luas karena melibatkan berbagai unsur pemerintah, aparat penegak hukum, perbankan, hingga kementerian terkait. Presiden Prabowo Subianto juga hadir secara virtual dalam kegiatan tersebut dan menyapa langsung masyarakat desa. (wartabengkulu.co)

Yang menarik, koperasi yang dikembangkan di Pulai Payung tidak hanya berorientasi pada administrasi kelembagaan. Pemerintah desa mulai mengarahkan koperasi menjadi penggerak ekonomi sektor pertanian, UMKM, hingga distribusi produk masyarakat desa.

Kepala Desa Pulai Payung, Mustarudin, menyebut koperasi ini dirancang menjadi “rumah besar ekonomi masyarakat”, tempat warga tidak hanya meminjam modal, tetapi juga mendapatkan akses pasar dan pengembangan usaha. (wartabengkulu.co)

Keberhasilan Pulai Payung menembus status desa percontohan nasional juga memperlihatkan perubahan paradigma pembangunan desa. Desa kini mulai diposisikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, bukan sekadar penerima program dari pemerintah pusat.

Program Kopdes Merah Putih sendiri memang menjadi proyek strategis nasional. Pemerintah menargetkan puluhan ribu koperasi desa terbentuk di seluruh Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi rakyat berbasis desa. Sebanyak 92 hingga lebih dari 100 koperasi dipilih sebagai model awal percontohan nasional di berbagai provinsi. (Antara News)

Di Bengkulu, Pulai Payung menjadi salah satu desa yang dinilai paling siap dari sisi sarana, kelembagaan, hingga kesiapan unit usaha. Bahkan fasilitas kantor dan gerai usaha koperasi telah dipersiapkan sebelum peluncuran nasional dilakukan. (tintabangsa.com)

Namun tantangan sebenarnya baru dimulai setelah seremoni launching selesai. Banyak pihak menilai keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak akan ditentukan oleh megahnya gedung atau banyaknya acara peluncuran, tetapi sejauh mana koperasi benar-benar mampu menggerakkan ekonomi masyarakat desa secara nyata dan berkelanjutan.

Di berbagai daerah, program koperasi desa juga mulai memunculkan diskusi publik mengenai pengelolaan anggaran, profesionalisme SDM, hingga kekhawatiran jika koperasi hanya menjadi proyek administratif tanpa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Diskusi tersebut ramai diperbincangkan masyarakat di media sosial dan forum daring. (Reddit)

Karena itu, status desa percontohan nasional yang disandang Pulai Payung sekaligus menjadi tantangan besar. Desa ini kini bukan hanya membawa nama Mukomuko atau Bengkulu, tetapi juga menjadi etalase keberhasilan — atau kegagalan — model ekonomi koperasi desa yang sedang dibangun pemerintah Indonesia.